Tugas Matkul : Ilmu
Budaya Dasar
Nama
: Suci Asyifah Hayati
Kelas :
1EA27
NPM
: 1A214471
A.
Pengertian Ilmu Budaya
Dasar
Ilmu
atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam
manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.
Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Sedangkan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup
yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan
dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis.
Secara
sederhana Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah
Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic
Humanitiesm yang berasal dari bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah
Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan
manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan
seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa humanities berkaitan dengan nilai-nilai
manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Untuk mengetahui bahwa
Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu
diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar,
yaitu:
1.Ilmu-ilmu
Alamiah ( natural scince ).
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Yang termasuk
kelompok ilmu-ilmu alamiah antar lain astronomi, fisika, kimia, biologi,
kedokteran, mekanika.
2.
Ilmu-ilmu sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk
mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ekonomi, sosiologi,
politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan budaya (the
humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan
untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
Pengethuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencangkup
keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi
kedalam berbagai bidang keahlian, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,
dll.
B.
Tujuan
Ilmu Budaya Dasar
Ilmu
Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang
keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). Akan tetapi
ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan
kepribadian mahasiswa denga cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan
kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan
alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
C.
Ruang
lingkup Ilmu Budaya Dasar
Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya
yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi
masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara
gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
Hakekat
manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya
dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi
lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan
kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara
tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagi bentuk dan
corak ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
D. Contoh Budaya Indonesia
Setelah memahami apa itu kebudayaan,
maka kita tidak akan sulit untuk mencari contoh dari kebudayaan itu sendiri.
Contoh dari kebudayaan, khususnya di Indonesia ternyata sangatlah berada dekat
dengan kehidupan sehari-hari, misalnya lagu-lagu daerah yang ada disekitar
kita, lagu Angin Mamiri yang berasal dari Sulawesi Selatan, lagu Ondel-Ondel
yang berasal dari Jakarta, alat musik Angklung yang juga
berasal dari Jakarta, upacara adat seperti Sekaten, Makepung ; Balap
Kerbau Masyarakat Bali, Atraksi Debus Banten, Karapan sapi Masyarakat
Madura Jawa Timur, Upacara
Kasada Bromo dan masih banyak lagi yang merupakan contoh dari kebudayaan yang
asli dari Indonesia.
Berikut
merupakan penjelasan dari beberapa contoh kebudayaan yang sudah dijelaskan di
atas :
a. Makepung
Kalau Madura punya Kerapan Sapi,
maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun
menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. yang dalam bahasa
Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau
yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana.
Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela
kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat
dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh
seorang joki. Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan
makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi
budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para
turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda
tahunan wisata di Bali dan dikelola secara professional. Sekarang ini, Makepung
tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja.
b. Debus
Atraksi yang sangat berbahaya yang
biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal
dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan
tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk
masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri
dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan
memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan
semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.Kesenian ini tumbuh dan
berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama
islam di Banten. Pada awalnya kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran
agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan
Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat
pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena
pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata
yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu
satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni
beladiri debus.
c. Kasada Bromo
Upacara Kasada bromo dilakukan oleh
masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo Jawa Timur, mereka melakukan
ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka
dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan
menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai,
mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung
Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong
dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai macam hasil pertanian
dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang
dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah
malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir
gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting.
Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkawinan dll.
Sebelum lulus mereka diwajibkan
lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra.
Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki
gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai
simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah
banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka
jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah
gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk
yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka
menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil
ternak dan pertanian yang melimpah.
E.
Alasan mengenai memilih
managemen
Dari
kecil saya mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang perawat atau bidan karena
kita bis menolong orang yang sakit an merupakan tugas yang mulia. Akhirnya
sewaktu masuk SMA saya memilih jurusan IPA tetapi setelah saya mengikuti
kegitan belajar mengajar di IPA sya merasa agak sedikit tertekan karena
anak-anak IPA itu lebih berfikir kritis, individual, dan tugasnya juga lumayan
susah.
Pada saat itu, di sekolah saya mengadakan tryout
Gunadarma yang jika nilainya bagus maka akan mendapatkan beasiswa. Setelah
mengikuti tes tersebut akhirnya saya lulus dan mendapatkan beasiswa. Pada saat selesai UN, teman-teman yang lain
mengikuti SBMPTN dan Simak UI. Tapi saya tidak mengikuti tes tersebut karena
saya sudah memantapkan plihan saya ke Universitas Gunadarma dan orang tuapun
setuju jika saya masuk di Gunadarma. Awalnya saya ingin memilih jurusan SI
namun setelah saya lihat mata kuliahnya ternyata sama seperti IPA dan saya
membatalkan pilihan di SI.
Saya mau memilih jurusan akuntansi namun saya
pertimbangkan kembali karena saya dari jurusan IPA saya takut tidak bisa
mengikuti pelajarannya karena saya belum tahu dasar-dasar akuntansi itu seperti
apa. Oleh karena beberapa pertimbangan itu akhirnya saya memilih jurusan
managemen di Universitas Gunadarma Karena jika dewasa nanti saya akan
meneruskan usaha orang tua saya dan ingin membuka bisnis/usaha. Dimana ada niat
pasti ada jalan.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://chandraproject.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://chandraproject.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/
http://anditiyas.blogspot.com/2013/03/contoh-contoh-bentuk-kebudayaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar