Selasa, 25 November 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar




Nama : Suci Asyifah Hayati
Kelas : 1EA27
NPM : 1A214471


1. Perbedaan Antara Budaya Nasional dan Internasional

Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga.

Dengan demikian, budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh masyarakat bangsa tersebut sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa tersebut dan memberi identitas warga, serta menciptakan suatu jati diri bangsa yang kuat.

Sifat khas yang dimaksudkan di dalam kebudayaan nasional hanya dapat dimanifestasikan pada unsur budaya bahasa, kesenian, pakaian, dan upacara ritual. Unsur kebudayaan lain bersifat universal sehingga tidak dapat memunculkan sifat khas, seperti teknologi, ekonomi, sistem kemasyarakatan, dan agama.

Pengertian Kebudayaan Nasional
Dengan demikian budaya nasional memiliki karakteristik berupa:

a. Hasil budidaya masyarakat bangsa.
b. Hasil budidaya masyarakat sejak zaman dahulu hingga kini.
c. Hasil budidaya yang dibanggakan.
d. Hasil budidaya yang memiliki kekhasan bangsa.
e. Hasil budaya yang menciptakan jati diri bangsa.
f. Hasil budaya yang memberikan identitas bangsa.

Dengan demikian, budaya nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa Indonesia dan menciptakan jati diri dan identitas bangsa Indonesia yang kuat.

Kebudayaan nasional sesungguhnya dapat berupa sumbangan dari kebudayaan lokal. Jadi, sumbangan beberapa kebudayaan lokal tergabung menjadi satu ciri khas yang kemudian menjadi kebudayaan nasional.

Salah satu contoh budaya nasional adalah pakaian batik. Batik adalah hasil dari budaya lokal. Beberapa daerah di Indonesia dapat menciptakan batik dengan corak khas yang berbeda-beda. Batik kemudian diangkat menjadi salah satu pakaian nasional. Dengan demikian budaya lokal menjadi budaya nasional.

Usman Pelly menjelaskan, setidaknya budaya nasional memiliki dua fungsi, yakni:

a. Sebagai pedoman dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa bagi masyarakat majemuk Indonesia.
b. Sebagai pedoman dalam pengambilalihan ilmu dan teknologi modern.

Sedangkan Kebudayaan Internasional adalah kebudayaan yang berasal dari seluruh Negara yang ada di dunia. Definisi budaya yang sering dipakai adalah cara kita melakukan segala sesuatunya disini. Holden (2002) menentang berbagai definisi dan pendekatan klasik yang dipaparkan para penulis ternama, seperti Hofsede (1980) dan Adler (1991). Sebagai gantinya, Holden mengembangkan pendekatan social constructionist, dengan mengutip pendapat Haastrup (1996), bahwa ‘budaya terdiri dari hubungan–hubungan, bukan sekedar system bentuk dan substansi yang stabil’.
Holden menyatakan bahwa dengan menggunakan pendekatan ini identifikasi manusia dengan budaya yang berbeda dapat berubah dan batas-batas antarkomunitas menjadi cair. Implikasi penting yang muncul dari pendekatan ini adalah bahwa interaksi lintas–budaya tidak dapat diramalkan dengan pasti.
Untuk Jacqui yang berangkat menangani tugasnya di Kairo, kita dapat membayangkan beberapa isu budaya yang mungkin memengaruhi kesuksesannya sebagai manajer proyek status manajerial dan teknis, kulifikasi, umur dan jenis kelamin, iklim perusahaan dan gaya manajemen di tempat kerja yang dituju, konsep manajemen proyek sebagai filosofi bisnis, lingkungan setempat dan lintas batas yang akan menjadi tempatnya bekerja
2. Cara Untuk Melestarikan Suatu Budaya Agar Tidak Punah
-     Menyaring budaya asing yang masuk ke negara kita harus yang sesuai dengan    kepribadian bangsa.
-     Mencintai atau membeli produk dalam negeri sendiri.
-     Meningkatkan produksi dalam negeri agar dapat bersaing dengan produksi negara negara maju.
-     Berusaha mengikuti perkembangan IPTEK
-    Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
-     Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
-     Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang. Contohnya seperti tarian, makanan khas, baju daerah, dan sebagainya. Upaya melestarikan budaya antara lain :
1.       Paling tidak kita mengetahui tentang budaya jaman dahulu didaerah kita sendiri.
2.      Kemudian mendalami kebudayaan itu.Setelah itu kita wajib memperkenalkan kepada orang lain atau yang belum tahu tentang kebudayaan tersebut syukur-syukur sampai ke negara lain.
3.      Membiasakan hal-hal atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya seperti memakai batik atau bahkan belajar membuat batik,karena pelestarian bisa terjadi karena kita telah terbiasa dengan kebudayaan tersebut.

3. Mengapa Pulau Bali Sering Dikunjungi oleh Wisatawan Asing?
Bali merupakan salah satu Propinsi di Indonesia yang terkenal akan keindahan pantainya. Dari sekian banyak pantai yang ada Pantai Lebih termasuk didalamnya. Pantai ini berada disebelah selatan Gianyar, tepatnya terletak di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Berjarak kira-kira 7 km dari Kota Gianyar.
Pantai Lebih memiliki panorama yang indah mempesona dengan hamparan pasir hitamnya yang berkilau. Dari sebelah barat pantai ini pengunjung yang datang bisa melihat gambaran bentuk pulau Lombok, sedang bila melihat kebagian selatan akan terlihat pulau Nusa Penida.
Suasana Pantai Lebih masih alami dan tenang sehingga sangat cocok dijadikan tempat berlibur bagi pengunjung yang menyukai kenyamanan bersama keluarga dan teman. Di pantai ini pengunjung dapat mencoba beraneka hidangan laut yang ditawarkan oleh warung-warung yang ada disana. Pantai Lebih ramai didatangi para pengunjung saat sore hari dan hari-hari libur. Selain itu Pantai lebih juga dijadikan sebagai tempat kegiatan upacara keagamaan oleh penduduk setempat seperti Nangluk Merana dan Melis.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan bila pengunjung datang ke pantai ini yaitu; bersantai, berjemur, bermain dan memancing.Awal mula nama pantai ini dinamakan Pantai Lebih dikarenakan lokasinya berada di Desa Lebih, agar lebih mudah diingat oleh pengunjung yang datang kesini dinamakanlah pantai ini Pantai Lebih.
Untuk menjaga agar pantai ini tetap bersih dan nyaman, masyarakat sekitar bersama-sama bergotong royong membersihkan pantai ini di waktu-waktu yang telah ditentukan.
Masyarakat sekitar Pantai Lebih bermata pencaharian sebagai pedagang, petani, buruh dan nelayan. ini terlihat jelas saat berada dilokasi pantai ini.
Pantai Lebih telah dilengkapi dengan fasilitas area parkir yang luas, warung-warung yang menjual makanan dan minuman serta kolam renang.
Jarak tempuh yang diperlukan untuk sampai dilokasi kurang lebih 75 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 55 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.
Bila anda berkunjung ke Bali dan ingin menikmati suasana pantai yang masih alami, Pantai Lebih ini bisa dijadikan salah satu pilihan tujuan liburan anda.

Masalah kedekatan jarak dari negara tetangga serta sarana transportasi udara yang semakin memadai, termasuk masalah keamanan dan kenyamanan, merupakan faktor yang sangat menentukan turis Asia ramai ke Pulau Dewata

Senin, 10 November 2014

Kebudayaan Bugis (tugas IBD)
Tugas Ilmu Budaya Dasar




NAMA : Suci Asyifah Hayati

KELAS : 1EA27

NPM : 1A214471

UNIVERSITAS GUNADARMA

Kebudayaan Bugis



Suku bugis
Suku bugis ada lah sebuah suku yang berasal dari sulawasi selatan . dibagi menjadi 4 bagian yaitu : Bugis Makasar , Bugis Mandar , Tator dan Bugis sendiri . suku bugis juga termasuk dalam suku melayu muda .

Bugis berasal dari kata to ugi yang artinya orang bugis . ugi bersal dari penamaan raja cina yaitu la sattumpungi yang diakui sebagai raja dan para pengikut raja la sattumpungi disebut dengan to ugi.

Kebudayaan bugis –makasar dapat dijumpai di beberapa pulau di sulawasi bagian selatan . orang bugis mendiami beberapa kabupaten seperti bulukumba, sinjai, bone, soppeng, wajo, dan lain-lain. Sedangkan orang makasar mendiami kabupaten gowa , takalar , janeponton, bantaeng, maros, dan pangkajane.

Sistem mata pencarian
Sebagian oraang sulawesi menggantuka hidup dengan cara bertani secara bergiliran dengan palawija di sawah. Sedangakan penduduk yang tinggal di daerah patai lebih senang dengan cara mencari ikan . orang bugis-makasar dengan keberaniannya dalam mencari ikan disebut dengan pelaut yang ulung .

Sistem agama dan religi
Pada orang bugis-makasar  mayoritas beragama islam. Namun ada juga yang beragama kristen protestan daan katholik. Orang bugis-masyarakat yang hidup diluar kota masih terikat dengan norma dan aturan –aturan yang sakral disebut “panggadereng” . ada lima unsur adat orang bugis-makasar yaitu : ada , bicara , rapang , wari dan sara .

Orang bugis-makasar juga mengenal konsep siri secara garis besar siri adalah berarti malu atau rasa kehormatan. Pada konsep ini mendorong agar membinasakan siapa saja orang yang menyinggung rasa kehormatan dan berkerja keras atau berusaha sebisa mungkin.

Pola menetap
Adat menetap setelah menikah pada orang bugis-makasaadalah neolokal yang artinya menempati rumah baru atau dalam arti terlepas pada keluarga suami maupun istri. namum sebelum dapat lepas pengantin baru biasanya diharuskan tinggal di tempat istri untuk beberapa waktu lamanya.

Sistem teknologi
Pada kabupaten bulukumba yang terkenal sangat piawai dalam membuat perahu pinisi. Keahlian tersebut merupakan warisan nenek moyang didaerah ini dikenal sebagai masyarakat pelaut. para pembuat perahu sering ditemukan di pantai Bulukumba.

pada zaman dahulu kala tepat di Tana Beru di pesisir pantai yang berjarak 24 km dari ibu kota Bulukumba dibuat perahu pinisi Nusantara yang mengarungi samudra pasfik sampai ke Vancouver kanada. Beada ditempat pembuatan perahu tersebut membuat para orang-orang kagum akan kepiawaian masyarakat bonto bahari dalam mebuat kapal pinisi tradisional .

Bahasa
Bahasa yang digunakan masyarakat bugis adalah etnik bugis di Sulawesi  selatan . Bahasa tersebut tersebar di berbagai kabupaten seperti kabupaten bulukumba, kabupaten luwu, kabupaten wajo, dll. Masyarakat bugis juga memiliki penulisan tradisional mamaka aksara lontara.

Kesenian
Kesenian yang dimiliki orang Bugis yang terkenal adalah karya sastra bugis yang bernama I la galigo. Naska tua itu berisi tentang adat dan budaya siri, karena siri salah satu bentuk kehormatan orang bugis.

Salah satu Alat musik masyarakat bugis makasar :

Kecapi



Rumah adat orang bugis_makasar



Tarian tradisional orang bugis-makasar

Tari pelangi



Sistem kekerabatan
Salah satu sistem kekerabatan orang bugis adalah perkawinan . perkawawinan yang ideal bagi orang bugis-makasar ada tipe-tipenya yaitu :

Perkawinan assialang marola yaitu perkawinan antara sodara sepupu derajat ke satu ,dari pihak ayah atau ibu.
Perkawinan asssialanna memang yaitu perkawinan antara sodara sepupu derajat kedua, dari pihak ayah atau ibu.
Perkawinan ripaddeppe’ mabelae yaitu perkawinan antar sodara sepupu derajat ketiga, dari pihak ayah atau ibu.
Perkawinan yang dilarang oleh masyarakat bugis-makasar yaitu :

Perkawinan antara anak dan orang tua.
Perkawinan antara sodara sekandung.
Perkawinanantaramenantudanmertua.
Perkawinan antara keponakan dan paman/bibi.
Perkawinan antara cucu dan kakek/nenek.
Dalam masyarakat bugis-makasar ada beberapa proses dalam perkawinan yaitu :

Mappuce-puce proses dimana pihak lelaki dating mengunjungi pihak perempuan . untuk meminta izin meminang perempuan tersebut.
Massuro proses dimana pihak laki-laki dating untuk membicarakan soal pelaksanaan pernikahan. seperti tanggal pernikahan , jenis mas kawin , penyelenggaraan pestanya dll.
Maddupo proses dimana pemberitahuan kepada semua kerabat atas pernikahan yang akan dilaksanakan .
Baju pernikahan orang bugis-makasar



Sitem kemasyarakatan
Zaman dahulu di masyarakatbugis-makasar mengenal ada tiga lapisan masyarakat dalam stratifikasi social menurut H.J. Friedercy :

 Anakarung yaitu lapisan kaum kerabat raja.
 To-maradeka yaitu lapisan orang merdeka
 Ata yaitu lapisan budak
Namun zaman sekarang masyarakat orang bugis-makasar menghilangkan stratifikasi social tersebut karena sering dianggap sebagai hambatan . Dengan itu di ganti berdasarkan pendidikan dan tinggi rendahnya pangkat dalam sistem birokrasi.